Archive for June, 2009

Erti Sebuah Kematian

(belasungkawa untuk keluarga arwah Mahmud Saedon) yang penuh taqwa dan iman mati itu tetap dengan senyuman mata dan mulut yang terkatup. . dan kita yang ditinggalkan mulut terlompong. Resah. Kehilangan terasa ingin mendustakan kebenaran. . berita yang kuterima tengahari itu: Datuk Professor  sudah pergi meningalkan kita! untuk selamanya… bagaimana mungkin? . dan aku menerjah lautan [...]

Continue reading »

Buku Ini Aku Pinjam

(kukembalikan nanti dengan hatiku) buku ini aku pinjam bukan untuk membaca isinya. Tapi hatimu. . buku ini aku pinjam untuk besok kukembalikan. Dengan salam kasihku. . betapa bahagia saat itu dapat melihat kelibatmu biar hanya sebentar senyummu itu. Akan kubawa ke dalam mimpiku. . indah matamu bercahaya wajah melankolis, ayu dan manja pipi bak pauh [...]

Continue reading »

Berita Hari Ini

(Borneo Bulettin, Jumaat 23 Februari 2001) muka 1: titah dan perancanaan bijak Kebawah Duli penghapusan pengangguran bersistematik anak-anak kera di hutan yang disusukan sedang graduan UBD terasa gundah tidurnya makan tak lalu, kenyangnya bila? dan mandi yang tak basah… . hari ini, sesuap nasi sudah terasa betapa mahalnya anak-anak muda bakal lupa diri: budaya songsang [...]

Continue reading »

Untukmu Sarpunin, Doaku Semoga Kau Bahagia

(Untuk seorang pejuang kemerdekaan) Seorang tua dengan topi lusuhnya Riang melayani pelanggan mengisi minyak kereta Senyum tak lepas di bibirnya Ketawanya riang dan ramahnya ketara. . Tak pernahkah dia berduka? . 27 tahun lamanya beliau merengkok di sana Apakah hanya senyum ketawa diajarkan kepadanya? . “Apa khabar pack cik?” Sapaku mesra “Baik nak…” pendek jawabnya [...]

Continue reading »

Baginda Sudah Tidak Lagi Ketawa

kembali dari menghadap-Nya di Arash sana setelah bicara dengan Musa, Ibrahim dan Isa permohonan termakbul solat lima waktu sehari saja dan kesempatan mengintai neraka…! . perjalanan di waktu malam pekat… menyeramkan… berteman malaikat namun tetap dibasahi keringat…! . Masjidil Haram – Baitul Maqdis, selangkah cuma kuda bersayap? Ah, jangan bikin aku ketawa zat Allah… makrifat-Nya… [...]

Continue reading »

Akhirnya:

bagai daun hanyut ke laut terapung dan kembali lagi menari di bibir pantai begitulah, hati kita. Akhirnya: biduk lalu kiambang bertaut menerjah bisik-bisik sumbang bertahan dipukul gelombang bersatu. Akhirnya: berjalan seiring. Bernafas seirama menjejak kasih yang hilang mendakap angan terbuang membujur lalu. Akhirnya: melintang patah untuk sama tegak berdiri merangkul erat maruah diri janji pada [...]

Continue reading »

A Devil Of A State

menikmati tulisan penulis anarkis tentang Baginda si Malai Suntingan lelaki terkaya di dunia suatu tempoh dulu. Demikian katamu menilai dan menghukum tanpa rasa malu konon ingin jadi dewa penyelamat namun lidah dan mulutmu berbau laknat! . The Richest Man In The World, demikian katamu menimbun harta semahu hatinya deretan kereta ratusan buah jumlahnya hotel dan [...]

Continue reading »

Raja Untuk Rakyat dan Rakyat Untuk Raja.

Slogan yang ringkas ini sebetulnya sangat luas pengertiannya. Ia bergantung kepada cita-cita dan pengharapan, keselamatan dan keselesaan rakyat terbanyak, yang turut mempunyai peranan di dalam sesebuah negara yang memilih demokrasi sebagai nilai murni teras kepimpinan dan pentadbirannya. Untuk itu, bagi kita di negara Brunei Darussalam, slogan ini amat bertepatan pula dengan ideologi Melayu Islam Beraja [...]

Continue reading »

Pada Umur Tiga Puluh Lima

11 malam, 6 Jun 2002 Shasha benar-benar merasa jengkel melihat  laki-laki yang sedang enak duduk merokok di- depannya saat itu. Dia dari tadi cuma asyik tersenyum. Entah, mengapa kali ini dia merasa benar-benar benci melihat senyuman seseorang. Tidak biasanya dia begitu. Menghadapi laki-laki yang seorang ini, pertahanannya terasa cukup mudah tergoyah. Namun, Firdaus, laki-laki yang [...]

Continue reading »

Namun Kupunya Hati

Tiba-tiba saja dunia ini terasa seperti terhempap di atas tubuhku. Aku menjadi lemah dan lelah akibat hempapan yang langsung tidak terduga itu. Untuk menyedut nafas juga kini sudah terasa semacam payah. Pertahanan diriku turut goyah. Nurofen menjadi sahabat setiaku sejak akhir-akhir ini. Tanpanya kepalaku akan terasa amat berat sekali. Denyutannya kadang-kadang terasa amat menyerikan. Sakit [...]

Continue reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.