
kembali dari menghadap-Nya di Arash sana
setelah bicara dengan Musa, Ibrahim dan Isa
permohonan termakbul solat lima waktu sehari saja
dan kesempatan mengintai neraka…!
.
perjalanan di waktu malam
pekat…
menyeramkan…
berteman malaikat
namun tetap dibasahi keringat…!
.
Masjidil Haram – Baitul Maqdis, selangkah cuma
kuda bersayap? Ah, jangan bikin aku ketawa
zat Allah…
makrifat-Nya…
kun fa ya kun singkat perintah-Nya…
upaya Maha Pencipta
.
dari Yaman ke Pelastin suatu waktu dulu
istana Balqis dapat dipindah mereka sekelip mata cuma
dan Sang Ratu tunduk, patuh pada keesaan-Nya
senyum Sulaiman pada Hud-Hud yang turut ketawa…
.
namun, ketawa itu hilang dari diri Baginda Rasulullah
lidah yang digunting bercantum dan digunting terus
kepala hancur dihempas ke batu bercantum dan dihempaskan lagi
daging busuk yang dipilih untuk dimakan bersama hanyir darah dan nanah
cukup meloyakan. Menakutkan. Mengerikan…
balasan bagi umatnya yang kufur nikmat
bagi tangan-tangan yang di atas dan di bawah
pengadu domba, penzina dan pengamal riba…
.
syurga Allah tetap untuk Baginda
namun, saking takutnya hingga tak lagi mampu ketawa
sedang kita yang akan meniti Siratal Mustaqim
tetap terus ketawa keasyikan
berdekah-dekah bagai nak membelah dunia…!
ayo, ketawalah sepuasmu selagi termampu…
sebelum ajal menyapa di muka pintu kamarmu…!

Telanai, 8 November 2002