(kukembalikan nanti dengan hatiku)

buku ini aku pinjam
bukan untuk membaca isinya. Tapi hatimu.
.
buku ini aku pinjam
untuk besok kukembalikan. Dengan salam kasihku.
.
betapa bahagia saat itu
dapat melihat kelibatmu
biar hanya sebentar
senyummu itu. Akan kubawa ke dalam mimpiku.
.
indah matamu bercahaya
wajah melankolis, ayu dan manja
pipi bak pauh dilayang
suara lemak merdu
betis bagai bunting padi
dan kau tanya padaku erti semua itu
aku tak tahu, singkat jawabku, diiringi ketawa lirihku
(ia kudapat dari sebuah buku yang kupinjam dulu)
aku tersipu.
.
namun, senyumanmu tetap tersungging di bibir merah bak delima
aku cinta, sungguh mati, aku cinta
dan kau tanya padaku apa erti cinta
bagaimana mungkin aku tahu untuk menjawabnya
(buku mengenainya belum pernah aku pinjam).
.
loceng sekolah jam sepuluh setia kunantikan
bergegas lari ke kelasmu untuk sebentar menikmati senyummu
dan seperti selalu, aku ingin pinjam buku.
.
di rumah, bukumu itu kurenung saja
harum baunya seharum peluhmu
aku rindu padamu.
.
maka, hari-hari bukumu aku pinjam
supaya dapat bertemu dan melihat mata indahmu.

Telanai, 28 November 2002
Posted by murizah on 25/08/2009 at 1:02 pm
Sajak yang indah jika dihayati dengan mata hati…tahniah uncle…suka sajak ni…hehehe
Posted by Cikgu Mansor on 25/08/2009 at 1:52 pm
Terima kasih Izah