27
Aug
Posted by Choy in Puisi. Leave a Comment
(catatan buat isteri tercinta, Ulfa)
i
setiap detik yang berlalu. Aku tahu
menghampirkan aku ke liang lahad itu…
syukurku kepada-Nya. Menganugerahi nikmat
meniti hari-hari terakhirku bersamamu…
ii
hari ini genap tiga tahun kebersamaan kita
kebahagiaan terserlah dengan kaletah Batrisya
- puteri yang kau hadiahkan
- dan putera yang sebentar akan datang
pengikat kasih-sayang
yang kupasti tak pernah akan padam.
kasih-sayang yang kautunjukkan [...]
Continue reading »
30
Jul
Posted by Choy in Puisi. Tagged: kekejaman, kemaatian, kesengsaraan, perang. Leave a Comment
kita merasa sedih
membicarakan kematian itu
mengutuk musuh
dari bilik berhawa dingin.
.
belasungkawa silih berganti
bersama tibanya body-bag kaku
“dia seorang pahlawan…”
demikian katamu di depan sang balu.
.
nyawa yang mereka pertaruhkan
demi sebuah maruah. Keangkuhan
Jendral tak pernah tumpas
dan cerut yang tak lepas di bibir.
.
darah yang tersimbah
pencuci noda manusia tamak haloba
diiringi derai airmata mereka yang ditinggalkan
masa depan yang semakin kelam.
.
keperitan kesan perang [...]
Continue reading »
4
Jul
Posted by Choy in Puisi. Tagged: abu gharib, america, casualty of war, iraq war, perang iraq, torture, usa. Leave a Comment
perang itu adalah:
penderitaan…
kesengsaraan…
duka lara…
perang itu adalah:
kematian tragis…
tangisan hiba…
sejambak ucapan takziah…
perang itu adalah:
mayat-mayat bergelimpangan…
selangit kata sanjungan…
tembakan kehormatan…
perang itu adalah:
kiriman body-bag…
untuk balu yang sayu…
untuk anak-anak termangu…
bunga popi lambang darah tertumpah ditadah
adalah pesta keghairahan menyambut perang itu…
Telanai, 11 November 2002
Continue reading »
29
Jun
Posted by Choy in Uncategorized. Tagged: limbang, malaysia, ndp, Negara Brunei Darussalam, politik, prof. dr. mahmud saedon, pulau keingaran. Leave a Comment
(belasungkawa untuk keluarga arwah Mahmud Saedon)
yang penuh taqwa dan iman
mati itu tetap dengan senyuman
mata dan mulut yang terkatup.
.
dan kita yang ditinggalkan
mulut terlompong. Resah. Kehilangan
terasa ingin mendustakan kebenaran.
.
berita yang kuterima tengahari itu:
Datuk Professor sudah pergi meningalkan kita!
untuk selamanya…
bagaimana mungkin?
.
dan aku menerjah lautan manusia tengahari itu
keruangan di mana dia sedang dikafankan
sempat kutatapi wajah yang pasrah
bersih, [...]
Continue reading »
29
Jun
Posted by Choy in Uncategorized. 2 Comments
(kukembalikan nanti dengan hatiku)
buku ini aku pinjam
bukan untuk membaca isinya. Tapi hatimu.
.
buku ini aku pinjam
untuk besok kukembalikan. Dengan salam kasihku.
.
betapa bahagia saat itu
dapat melihat kelibatmu
biar hanya sebentar
senyummu itu. Akan kubawa ke dalam mimpiku.
.
indah matamu bercahaya
wajah melankolis, ayu dan manja
pipi bak pauh dilayang
suara lemak merdu
betis bagai bunting padi
dan kau tanya padaku erti semua itu
aku tak tahu, [...]
Continue reading »
29
Jun
Posted by Choy in Uncategorized. Tagged: bendera, berita, brunei darussalam, celebrations, flags, hari kebangsaan, independence, masjid sultan omar ali saifuddin, merdeka, national day, news, perarakan, perlancongan, tourism. Leave a Comment
(Borneo Bulettin, Jumaat 23 Februari 2001)
muka 1:
titah dan perancanaan bijak Kebawah Duli
penghapusan pengangguran bersistematik
anak-anak kera di hutan yang disusukan
sedang graduan UBD terasa gundah tidurnya
makan tak lalu, kenyangnya bila?
dan mandi yang tak basah…
.
hari ini, sesuap nasi sudah terasa betapa mahalnya
anak-anak muda bakal lupa diri:
budaya songsang dirangkulnya
untuk terus hidup:
sedutan nafas sudah perlu bayarannya
hatta, penyudah hajat:
perlu disediakan syilingnya…!
.
semacam [...]
Continue reading »
29
Jun
Posted by Choy in Uncategorized. Tagged: brunei darussalam, jerudong, pusat tahanan, sarpunin, Tahanan Politik. Leave a Comment
(Untuk seorang pejuang kemerdekaan)
Seorang tua dengan topi lusuhnya
Riang melayani pelanggan mengisi minyak kereta
Senyum tak lepas di bibirnya
Ketawanya riang dan ramahnya ketara.
.
Tak pernahkah dia berduka?
.
27 tahun lamanya beliau merengkok di sana
Apakah hanya senyum ketawa diajarkan kepadanya?
.
“Apa khabar pack cik?” Sapaku mesra
“Baik nak…” pendek jawabnya dengan senyum ceria
Wajah bersih cermin hatinya yang tulus
Redha pada ketentuan Ilahi Ya [...]
Continue reading »
29
Jun
Posted by Choy in Uncategorized. Leave a Comment
kembali dari menghadap-Nya di Arash sana
setelah bicara dengan Musa, Ibrahim dan Isa
permohonan termakbul solat lima waktu sehari saja
dan kesempatan mengintai neraka…!
.
perjalanan di waktu malam
pekat…
menyeramkan…
berteman malaikat
namun tetap dibasahi keringat…!
.
Masjidil Haram – Baitul Maqdis, selangkah cuma
kuda bersayap? Ah, jangan bikin aku ketawa
zat Allah…
makrifat-Nya…
kun fa ya kun singkat perintah-Nya…
upaya Maha Pencipta
.
dari Yaman ke Pelastin suatu waktu dulu
istana Balqis [...]
Continue reading »
29
Jun
Posted by Choy in Uncategorized. Leave a Comment
bagai daun hanyut ke laut
terapung dan kembali lagi
menari di bibir pantai
begitulah, hati kita. Akhirnya:
biduk lalu kiambang bertaut
menerjah bisik-bisik sumbang
bertahan dipukul gelombang
bersatu. Akhirnya:
berjalan seiring. Bernafas seirama
menjejak kasih yang hilang
mendakap angan terbuang
membujur lalu. Akhirnya:
melintang patah
untuk sama tegak berdiri
merangkul erat maruah diri
janji pada Ilahi. Akhirnya…
Telanai, 12.30 tengahari, 3 September 2004
Continue reading »
Komen