Author Archive

Pada Saat Aku Mati II

(catatan buat isteri tercinta, Ulfa) i setiap detik yang berlalu. Aku tahu menghampirkan aku ke liang lahad itu… syukurku kepada-Nya. Menganugerahi nikmat meniti hari-hari terakhirku bersamamu… ii hari ini genap tiga tahun kebersamaan kita kebahagiaan terserlah dengan kaletah Batrisya -         puteri yang kau hadiahkan -         dan putera yang sebentar akan datang pengikat kasih-sayang yang kupasti [...]

Continue reading »

Bicara Tentang Perang

kita merasa sedih membicarakan kematian itu mengutuk musuh dari bilik berhawa dingin. . belasungkawa silih berganti bersama tibanya body-bag kaku “dia seorang pahlawan…” demikian katamu di depan sang balu. . nyawa yang mereka pertaruhkan demi sebuah maruah. Keangkuhan Jendral tak pernah tumpas dan cerut yang tak lepas di bibir. . darah yang tersimbah pencuci noda [...]

Continue reading »

Bagiku Perang:

perang itu adalah: penderitaan… kesengsaraan… duka lara… perang itu adalah: kematian tragis… tangisan hiba… sejambak ucapan takziah… perang itu adalah: mayat-mayat bergelimpangan… selangit kata sanjungan… tembakan kehormatan… perang itu adalah: kiriman body-bag… untuk balu yang sayu… untuk anak-anak termangu… bunga popi lambang darah tertumpah ditadah adalah pesta keghairahan menyambut perang itu… Telanai, 11 November 2002

Continue reading »

Kesyukuran; Tuhan Hadirkan Seorang Kawan

Continue reading »

Erti Sebuah Kematian

(belasungkawa untuk keluarga arwah Mahmud Saedon) yang penuh taqwa dan iman mati itu tetap dengan senyuman mata dan mulut yang terkatup. . dan kita yang ditinggalkan mulut terlompong. Resah. Kehilangan terasa ingin mendustakan kebenaran. . berita yang kuterima tengahari itu: Datuk Professor  sudah pergi meningalkan kita! untuk selamanya… bagaimana mungkin? . dan aku menerjah lautan [...]

Continue reading »

Buku Ini Aku Pinjam

(kukembalikan nanti dengan hatiku) buku ini aku pinjam bukan untuk membaca isinya. Tapi hatimu. . buku ini aku pinjam untuk besok kukembalikan. Dengan salam kasihku. . betapa bahagia saat itu dapat melihat kelibatmu biar hanya sebentar senyummu itu. Akan kubawa ke dalam mimpiku. . indah matamu bercahaya wajah melankolis, ayu dan manja pipi bak pauh [...]

Continue reading »

Berita Hari Ini

(Borneo Bulettin, Jumaat 23 Februari 2001) muka 1: titah dan perancanaan bijak Kebawah Duli penghapusan pengangguran bersistematik anak-anak kera di hutan yang disusukan sedang graduan UBD terasa gundah tidurnya makan tak lalu, kenyangnya bila? dan mandi yang tak basah… . hari ini, sesuap nasi sudah terasa betapa mahalnya anak-anak muda bakal lupa diri: budaya songsang [...]

Continue reading »

Untukmu Sarpunin, Doaku Semoga Kau Bahagia

(Untuk seorang pejuang kemerdekaan) Seorang tua dengan topi lusuhnya Riang melayani pelanggan mengisi minyak kereta Senyum tak lepas di bibirnya Ketawanya riang dan ramahnya ketara. . Tak pernahkah dia berduka? . 27 tahun lamanya beliau merengkok di sana Apakah hanya senyum ketawa diajarkan kepadanya? . “Apa khabar pack cik?” Sapaku mesra “Baik nak…” pendek jawabnya [...]

Continue reading »

Baginda Sudah Tidak Lagi Ketawa

kembali dari menghadap-Nya di Arash sana setelah bicara dengan Musa, Ibrahim dan Isa permohonan termakbul solat lima waktu sehari saja dan kesempatan mengintai neraka…! . perjalanan di waktu malam pekat… menyeramkan… berteman malaikat namun tetap dibasahi keringat…! . Masjidil Haram – Baitul Maqdis, selangkah cuma kuda bersayap? Ah, jangan bikin aku ketawa zat Allah… makrifat-Nya… [...]

Continue reading »

Akhirnya:

bagai daun hanyut ke laut terapung dan kembali lagi menari di bibir pantai begitulah, hati kita. Akhirnya: biduk lalu kiambang bertaut menerjah bisik-bisik sumbang bertahan dipukul gelombang bersatu. Akhirnya: berjalan seiring. Bernafas seirama menjejak kasih yang hilang mendakap angan terbuang membujur lalu. Akhirnya: melintang patah untuk sama tegak berdiri merangkul erat maruah diri janji pada [...]

Continue reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.