11 malam, 6 Jun 2002 Shasha benar-benar merasa jengkel melihatĀ laki-laki yang sedang enak duduk merokok di- depannya saat itu. Dia dari tadi cuma asyik tersenyum. Entah, mengapa kali ini dia merasa benar-benar benci melihat senyuman seseorang. Tidak biasanya dia begitu. Menghadapi laki-laki yang seorang ini, pertahanannya terasa cukup mudah tergoyah. Namun, Firdaus, laki-laki yang [...]
Archive for the ‘Cerpen’ Category
27 Jun
Namun Kupunya Hati
Tiba-tiba saja dunia ini terasa seperti terhempap di atas tubuhku. Aku menjadi lemah dan lelah akibat hempapan yang langsung tidak terduga itu. Untuk menyedut nafas juga kini sudah terasa semacam payah. Pertahanan diriku turut goyah. Nurofen menjadi sahabat setiaku sejak akhir-akhir ini. Tanpanya kepalaku akan terasa amat berat sekali. Denyutannya kadang-kadang terasa amat menyerikan. Sakit [...]
20 Jun
Iman. Cuma Selapis Angin
Sejak pagi tadi kepalanya terasa amat berat sekali. Sakit. Seperti hendak pecah. Rokok dihisapnya hampir tidak berhenti-henti. Tak ubah serombong kapal. Berasap terus. Namun narkotina tersebut tidak banyak membantunya kali ini. Fikirannya kacau-bilau. Buntu. Bengang. Fikirannya tetap pada perbicaraan mereka tadi. Bukan perbicaraan sebetulnya. Ianya malah adalah seperti sebuah perbahasan. Perbenturan pendapat. Tiba-tiba saja dia [...]
Komen