Archive for the ‘Cerpen’ Category

Pada Umur Tiga Puluh Lima

11 malam, 6 Jun 2002

Shasha benar-benar merasa jengkel melihatĀ  laki-laki yang sedang enak duduk merokok di- depannya saat itu. Dia dari tadi cuma asyik tersenyum. Entah, mengapa kali ini dia merasa benar-benar benci melihat senyuman seseorang. Tidak biasanya dia begitu. Menghadapi laki-laki yang seorang ini, pertahanannya terasa cukup [...]

Continue reading »

Namun Kupunya Hati

Tiba-tiba saja dunia ini terasa seperti terhempap di atas tubuhku. Aku menjadi lemah dan lelah akibat hempapan yang langsung tidak terduga itu. Untuk menyedut nafas juga kini sudah terasa semacam payah. Pertahanan diriku turut goyah. Nurofen menjadi sahabat setiaku sejak akhir-akhir ini. Tanpanya kepalaku akan terasa amat berat sekali. Denyutannya [...]

Continue reading »

Iman. Cuma Selapis Angin

Sejak pagi tadi kepalanya terasa amat berat sekali. Sakit. Seperti hendak pecah. Rokok dihisapnya hampir tidak berhenti-henti. Tak ubah serombong kapal. Berasap terus. Namun narkotina tersebut tidak banyak membantunya kali ini. Fikirannya kacau-bilau. Buntu. Bengang. Fikirannya tetap pada perbicaraan mereka tadi. Bukan perbicaraan sebetulnya. Ianya malah adalah seperti sebuah perbahasan. Perbenturan pendapat. Tiba-tiba saja dia [...]

Continue reading »